Rabu, 27 Juli 2011

Hello

Thanks for your time, this blog is now up again :handshake

Senin, 09 November 2009

Cara Menterjemahkan bahasa Via Google Translate

Tinggal klik link ini:

http://www.google.co.id/language_tools?hl=id

dan pilih bahasa apa yang anda inginkan

Senin, 26 Oktober 2009

Soal Ujian Praktek TIK SMPN 4 Tahun Pelajaran 2008-2009

Silakan buka program Ms. Word dan Internet, kemudian jawablah pertanyaan di bawah ini:

1. Sebutkan pengertian dari hardware komputer di bawah ini dan lengkapi dengan gambar
hardwarenya!
Motherboard
Memory
Hardisk
CD ROM
2. Simpan hasil jawaban tersebut dengan nama file nama siswa dan kelas masing-masing
kemudian sign in(buka) E-mail siswa dan kirim hasil jawaban soal nomor 1 di atas (dalam
bentuk file microsoft word) sebagai attachment (lampiran) ke E-mail guru komputer siswa
masing-masing!

Penyebab Kekalahan Hitler

A. Penyebab kekalahan di front barat & Afrika utara:

1. Membiarkan kabur lebih dr 300 ribu pasukan Inggris & Prancis yg sudah terdesak di dunkirk dan hampir kalah..ada beberapa dugaan kenapa Hitler membiarkan itu..
yaitu spt Hitler tidak ingin mempermalukan Inggris krn dia menganggap Inggris msh satu ras dgn German dan dia berharap Inggris mau damai sehingga Hitler bisa fokus menghantam Soviet..ternyata prediksi itu salah..justru Inggris ga mau damai krn doktrin pemerintah Inggris adalah tidak ingin ada satu negara dieropa yg dominan dan menguasai eropa. Selain itu AU German / Luftwaffe jg ga mampu menghalangi kaburnya pasukan Sekutu itu sendirian tanpa didukung AD / Heer dan AL / Kriegsmarine.

2. Gagalnya operasi seelowe..yakni operasi pendaratan pasukan German di tanah Inggris.
kegagalan itu disebabkan beberapa faktor yaitu armada German terlalu lemah utk menantang Inggris secara langsung. hanya armada kapal selam U-boot yg dapat membahayakan Sekutu, sedangkan kapal perang permukaan tidak cukup banyak dan kuat. Apalagi setelah invasi German ke Norway banyak kapal2 perang German yg tenggelam dan rusak sehingga tak dpt dikerahkan dlm operasi seelowe. faktor lain adalah luftwaffe gagal menguasai wilayah udara Inggris dan menghancurkan sasaran militer & industri militer musuh. padahal kekuatan luftwaffe 3x lipat dr AU Inggris / RAF..tp taktik tempur luftwaffe tidak tepat. pada awalnya luftwaffe fokus menyerang bandara, psawat tempur musuh, dan industri militer. tp suatu ketika rombongan pembom German salah dalam membom sasaran yg diperkirakan lokasi militer padahal wilayah sipil yg padat..hal itu membuat Inggris membalas dengan membom wilayah sipil Berlin.

akibatnya Hitler murka dan KASAU German, goering, kalap dan memerintahkan balas dendam membom wilayah sipil Inggris. berubahnya taktik tempur itu membuat pilot2 tempur Inggris yg cuma sedikit / sekitar 800 pilot kurang terganggu dari pesawat tempur German yg lebih mengutamakan mengawal bomber mengebom wilayah sipil Inggris. selain itu industri militer cuma mengalami kerusakan kecil sehingga dpt memproduksi senjata & pesawat besar2an. akibatnya lama kelamaan pesawat tempur Inggris makin banyak dan artileri anti serangan udara jg meningkat sehingga kerugian pesawat German makin besar..sedang disisi lain Hitler tidak menambah armada pesawatnya krn mulai fokus utk invasi ke Soviet serta msh harus mempertahankan Afrika utara. Selain itu harga diri Hitler yg meski tidak mampu sendirian menaklukkan Inggris tapi malah menolak tawaran Mussolini utk membantu dgn mengerahkan pesawat2 tempur Italy.

3. Lemahnya Italy yg merupakan Sekutu German, selain itu tidak adanya koordinasi antara Hitler dan Mussolini.
Tanpa sepengetahuan Hitler, Italy menyerang Yunani dan Sekutu di Afrika utara apalagi Italy tidak mampu memenangkan pertempuran dikedua front itu sehingga membuat Hitler ikut campur. padahal pasukan German sendiri sedang sibuk berperang di eropa barat malah bertambah luas front peperangan yg mesti dilakoni. Akibat perang dikedua front ini maka rencana Hitler utk menyerang Soviet di pertengahan bulan mei ’41 menjadi molor 5 minggu hingga akhir juni’41. hal ini membuat dampak yg sangat besar nantinya dlm peperangan dgn Rusia.

4. perang eropa menjalar kemana2 trutama serbuan German ke Yugoslavia akibat Hitler kuatir pemerintah Yugoslavia bekerjasama dgn Inggris.
Dampak dari perang dgn yugo ini membuat sekitar 33 divisi pasukan German dan Sekutunya Bulgaria tertahan di sana dan tak dapat dikirim ke front peperangan yg lain.

5. Ikut sertanya USA dalam WW2 akibat diserang Jepang.
Ekonomi, industri dan militer Amerika adalah yg terbesar didunia..dgn ikut sertanya Amerika pada WW2 mengakibatkan kekuatan German, Jepang dan Sekutu2nya semakin terkikis.

6. Hitler gagal mengajak Spanyol utk berperang melawan Sekutu.
Meski Spanyol bersikap netral dan diam2 condong ke German, tp tanpa bantuan Spanyol secara militer, maka German gagal mengontrol wilayah laut tengah, selat Gibraltar dan pasifik selatan..apalagi armada Italy juga tidak mampu membantu German utk rencana tsb.

7. Menurunnya ancaman U-boot terhadap lalu lintas laut Sekutu diakibatkan jumlah armada Sekutu yg semakin besar serta meningkatnya teknologi anti kapal selam serta efektifnya strategi anti kapal selam Sekutu.
Pada tahun2 awal perang ancaman U-Boot sangat nyata..tidak kurang dr 5 juta ton total bobot kapal perang dan kapal dagang Sekutu ditenggelamkan U-Boot pada tahun pertama perang. Total selama WW2 sejumlah 20 juta ton kapal2 Sekutu menjadi mangsa U-Boot.

8. Lemahnya armada kapal perang permukaan German sehingga U-Boot mesti bertempur sendirian..
apalagi German tidak punya kapal induk yg dpt mengangkut puluhan pesawat utk menghadang armada Sekutu trutama di Atlantik dan samudera Hindia sehingga suplai logistic, senjata dan pasukan dari Amerika, Kanada, Australia, New Zealand dan India ke Inggris dan Rusia semakin pesat. Hanya sedikit pesawat German yg dikerahkan menghadang armada Sekutu di Atlantik dan Hindia krn keterbatasan jangkauan yg mesti beroperasi dr wilayah Prancis utk Atlantik tengah dan selatan dan Norway utk Atlantik utara. Sedang di samudera Hindia sama sekali tak ada pesawat German dan Sekutunya..membuat kapal2 Sekutu dapat mendarat di Afrika utara melalui laut merah dan terusan suez dgn leluasa.

9. Pemboman besar2an oleh bomber2 Sekutu di wilayah German.
Membuat industri militer German merosot drastis apalagi kekuatan Luftwaffe jg menurun krn sebagian besar pesawat German dikerahkan di front timur selain itu jumlah pesawat dan pilot2 berpengalaman semakin minim. Akibat pemboman Sekutu dan kekalahan U-boot ini jg berdampak di front timur sehingga Rusia dapat leluasa menyerang balik German yg telah kehabisan tenaga. terlebih dengan hancurnya sumber minyak terbesar German di ploesti Rumania akibat pemboman Sekutu membuat suplai BBM
German hilang hingga 70%.

10. kekalahan di Afrika utara.
Akibat German tidak mempunyai jumlah yg cukup utk pasukan serta pesawat dan kapal perang utk menghadapi kekuatan Sekutu yg semakin hari bertambah
banyak, terlebih dgn mulai ikut sertanya USA dalam perang ini. German tidak mempunyai
kekuatan yg cukup krn sebagian besar kekuatan German diboyong utk berperang dgn Soviet.

11. Menyerahnya Italy kepada Sekutu.
Membuat German harus mempertahankan Italy sendirian ditambah jumlah pasukan dan persenjataannya tidak cukup banyak untuk mengusir Sekutu dari Italy.

12. Gagalnya proyek bom atom German akibat sabotase di Norway.
Padahal pada tahun ‘44 German sudah hampir melakukan uji coba bom atom pertamanya. Tapi akibat sabotase maka rencana itu gagal total dan persediaan bahan baku bom atom German musnah. Tapi ada sebagian kecil dr bahan baku bom atom itu yg berhasil selamat dan dikirim oleh U-Boot menuju Jepang..namun ditengah jalan German telah menyerah sehingga U-Boot itu diperintahkan oleh komandan German utk menyerah pada Amerika..ada dugaan hasil rampasan bahan baku bom atom German di U-Boot itu oleh Amerika berhasil dikembangkan dan diproduksi dan digunakan di Hiroshima & Nagasaki pd th’45. Karena sebelum mendpt bom atom rampasan itu..proyek bom atom manhattan Amerika belum sampai mendapat kemajuan yg cukup pesat utk mampu memproduksi bom atom sendiri. Tak dapat dibayangkan jika German berhasil lebih dulu membuat bom atom, dapat dipastikan mereka sebagai pemenang WW2.

13. puncaknya adalah pendaratan Sekutu di normandia Prancis barat.
Akibat kegagalan intelijen German memprediksi dimana Sekutu akan mendarat, sehingga pasukan German terlambat menghentikan pendaratan itu. Ditambah lagi kesalahan strategi German dalam mengerahkan divisi2 panzernya krn dipegang oleh beberapa komandan yg tidak sejalan strateginya termasuk Hitler sendiri. Apalagi pasukan German yg mempertahankan front barat tidak cukup banyak dan berkualitas krn sebagian besar berperang di front timur.


B. Penyebab kekalahan di front timur:

meski di front timur German hanya menghadapi musuh utama yaitu Soviet/Rusia selain memang jg ada perlawanan dr daerah2 jajahannya spt Polandia, Yugoslavia,dan Yunani di timur dan Prancis, Belanda juga Norway di barat. Tp lawan terberat di timur adalah Soviet. bahkan para pengamat WW2 memprediksi sekalipun tanpa bantuan Sekutu barat maka Soviet masih mampu utk mengalahkan German sendirian krn kekuatan militer Soviet jauh lebih besar hingga 5-10x lipat dari German. Tapi banyak pengamat lainnya justru memprediksi German mampu mengalahkah Soviet meski kekuatan Soviet jauh lebih besar dan masih dibantu Sekutu barat. Para pengamat mengatakan factor utama kekalahan German di front timur justru adalah kebijakan Hitler sendiri trutama sbb :

1. Hitler menyerang Rusia ketika perang di front barat belum selesai dimenangkan.
Hitler terlalu percaya diri bahwa militer Soviet meskipun besar tp tidak tangguh trutama bila diserang mendadak. Dia berpendapat jika Soviet dpt segera ditaklukkan maka tidak lama kemudian Inggris yg sendirian akan jg menyerah, dan Amerika juga tidak akan ikut berperang di eropa jika seluruh eropa telah ditaklukkan German. Hitler optimis dpt dgn cepat menang krn serangan dilakukan dgn mendadak saat militer Soviet lengah dan masih tersebar di wilayah yg luasnya 1/3 bumi. Selain itu dia melihat bahwa militer Soviet membutuhkan waktu berbulan-bulan utk mengalahkan finlandia yg kekuatan militernya tidak sampai 5% dari kekuatan German.

2. Rencana serangan yg dilakukan pada 15 mei’41 molor 5 minggu menjadi 22 juni’41.
Berdampak besar, krn German hanya merencanakan perang cepat dengan perbekalan hanya cukup utk 8 minggu, hingga terbukti rencana itu gagal dengan molornya waktu perang hingga memasuki musim dingin. Pasukan German yg tidak dilengkapi perbekalan utk musim dingin menjadi tersendat pergerakannya bahkan banyak yg tewas & sakit krn musim dingin itu jumlahnya hingga ¼ pasukan German. Selain itu pada musim gugur sebelum musim dingin banyak jalanan di Soviet yg berubah menjadi kubangan Lumpur sehingga gerak transportasi German banyak yg lumpuh..hanya tank yg dpt melaju itupun dengan tersendat2 dan meninggalkan infantry dan logistic dibelakang. Akibat musim gugur & musim dingin ini membuat pasukan Soviet yg sebelumnya terdesak dan tercerai berai dapat menyusun kekuatan kembali dan melakukan serangan balik yg membuat German kewalahan.

3. Perubahan strategi perang.
yg sebelumnya langsung menuju Moskow tapi Hitler berubah pikiran dengan menginginkan penguasaan total terhadap wilayah ukraina yg kaya hasil bumi. Akibatnya army selatan yg merupakan 1/3 kekuatan German tertahan di ukraina dan rencana yg seharusnya bergerak terus menuju kaukakus dan kemudian menjepit Moskow dari arah timur bersamaan dengan army utara dari arah barat dan army tengah dari arah selatan menjadi gagal.

4. Tragedi Stalingrad terjadi akibat Hitler membagi 2 kekuatan army selatan menjadi army.

selatan A
berusaha menguasai ukraina dan army selatan B terus menuju sungai Volga dan menguasai kota Stalingrad yg merupakan kota industri padat yg strategis bagi militer Rusia. Pengepungan terhadap Stalingrad yg sudah hancur lebur dibom yg dilakukan oleh army selatan

B ditambah pasukan Sekutu German dari Bulgaria dan Italy
tidak mendapat suplai yg cukup sehingga pasukan Rusia dapat mengepung pasukan German dan Sekutunya yg terjebak didalam kota dan tidak dpt meloloskan diri krn perintah Hitler utk terus bertahan. Akhirnya setelah pengepungan hampir 6 bulan seluruh pasukan German menyerah dengan sepertiganya tewas.

5. akibat molornya serangan terhadap Moskow.
Membuat Rusia berhasil mengumpulkan kekuatan dan merubah Moskow menjadi benteng pertahanan dengan ratusan ribu pasukan serta ribuan meriam dan tank. Ditambah kegagalan army utara menguasai penuh Leningrad dan mengepung Moskow bersama army tengah. Pasukan German bahkan yg hanya tinggal berjarak 20 km dr Moskow dan dpt melihat gedung2 Moskow dr kejauhan akhirnya terpukul mundur oleh serangan balik pasukan Rusia yg didatangkan dr Siberia.

6. kegagalan German mengajak Jepang menyerbu Rusia,
bahkan Jepang malah mengalihkan rencana dengan menyerang Sekutu di asia tenggara. Hal sebaliknya justru suksesnya intelijen Rusia yg mengetahui bahwa Jepang tidak berniat menyerang Rusia, dgn demikian..Stalin dengan tenang memindahkan pasukannya yg berada di Siberia utk bertempur di front barat menghadapi German.

7. pertempuran Kursk menjadi titik balik perang di front timur.
Bocornya rencana serangan German ditambah molornya rencana menyerang wilayah Kursk di th’43 dr april hingga juli, membuat Rusia siap dengan memasang 15 juta ranjau dan belasan ribu meriam, 1,5 juta tentara , 3500 tank dan 1500 pesawat menghadapi 800 ribu pasukan German dengan 400 pesawat dan 1200 panzer. German membagi kekuatan menjadi 2 dengan tujuan menjepit pasukan Rusia ditengah..tp pasukan Rusia yg lebih besar dan siap krn bocornya rencana German justru membuat pasukan German mundur dari Kursk hanya kurang dari 2 minggu dari serangan awal. Dan seterusnya German terus mundur dari wilayah Soviet. sedangkan tentara merah bak srigala haus darah terus maju menekan German hingga ke negerinya sendiri.

Sikap otoriter Hitler yg terburu2 dan tidak percaya kepada strategi para jenderalnya menjadi penyebab utama kekalahan German dalam WW2. Ditambah lagi sebenarnya German tidak siap utk menghadapi perang besar di dua front terlebih karena militer German sendiri baru bangkit ketika Hitler berkuasa tahun 1933. Hitler sendiri membangun militernya dgn sembunyi2 krn terikat dgn perjanjian Versailes yg membatasi militer German, bahkan AU-nya dibubarkan setelah kekalahan German pada WW1. Jenderal2 German sudah menyarankan bahwa German baru siap perang melawan Sekutu paling cepat tahun 1945, tp Hitler yg tidak sabaran tetap tidak peduli bahkan dia berkata bahwa klo menunggu sampai tahun 45 maka dia sudah terlalu tua utk mengenakan jubah kemenangan Napoleon..

Kematian Hitler di Indonesia

Sesaat ketika membaca judul postingan ini, saya yakin banyak diantara kita yang akan bertanya atau paling tidak meragukannya, "Adolf Hitler, si pemimpin NAZI yang sangat kejam, bengis dan penyebab utama Perang Dunia II itu ?". Ketika saya membaca pertama kali artikel ini, saya juga melakukan hal yang sama seperti Anda : tersenyum sinis sambil berpikir artikel fiktif apalagi ini.. Tapi ketika saya teruskan membacanya, saya menemukan suatu pola pikir yang berubah yang memberikan suatu jawaban tersendiri untuk pertanyaan di atas. Semoga tulisan ini juga dapat membantu merubah pola pikir kita semua. Selamat membaca.

jika saja ada yang rajin menyimpan klipingan artikel harian “Pikiran Rakyat” sekitar tahun 1983, tentu akan menemukan tulisan dokter Sosrohusodo mengenai pengalamannya bertemu dengan seorang dokter tua asal Jerman bernama Poch di pulau Sumbawa Besar pada tahun 1960. Dokter tua itu kebetulan memimpin sebuah rumah sakit besar di pulau tersebut.

Tapi bukan karena mengupas kerja dokter Poch, jika kemudian artikel itu menarik perhatian banyak orang, bahkan komentar sinis dan cacian! Namun kesimpulan akhir artikel itulah yang membuat banyak orang mengerutkan kening. Sebab dengan beraninya Sosro mengatakan bahwa dokter tua asal Jerman yang pernah berbincang-bincang dengannya, tidak lain adalah Adolf Hitler, mantan diktator Jerman yang super terkenal karena telah membawa dunia pada Perang Dunia II!

Beberapa “bukti” diajukannya, antara lain dokter Jerman tersebut cara berjalannya sudah tidak normal lagi, kaki kirinya diseret. Tangan kirinya selalu gemetar. Kumisnya dipotong persis seperti gaya aktor Charlie Chaplin, dengan kepala plontos. Kondisi itu memang menjadi ciri khas Hitler pada masa tuanya, seperti dapat dilihat sendiri pada buku-buku yang menceritakan tentang biografi Adolf Hitler (terutama saat-saat terakhir kejayaannya), atau pengakuan Sturmbannführer Heinz Linge, bekas salah seorang pembantu dekat sang Führer. Dan masih banyak “bukti” lain yang dikemukakan oleh dokter Sosro untuk mendukung dugaannya.

Keyakinan Sosro yang dibangunnya dari sejak tahun 1990-an itu hingga kini tetap tidak berubah. Bahkan ia merasa semakin kuat setelah mendapatkan bukti lain yang mendukung ‘penemuannya’. “Semakin saya ditentang, akan semakin keras saya bekerja untuk menemukan bukti-bukti lain,” kata lelaki yang lahir pada tahun 1929 di Gundih, Jawa Tengah ini ketika ditemui di kediamannya di Bandung.

Andai saja benar dr. Poch dan istrinya adalah Hitler yang tengah melakukan pelarian bersama Eva Braun, maka ketika Sosro berbincang dengannya, pemimpin Nazi itu sudah berusia 71 tahun, sebab sejarah mencatat bahwa Adolf Hitler dilahirkan tanggal 20 April 1889. “Dokter Poch itu amat misterius. Ia tidak memiliki ijazah kedokteran secuilpun, dan sepertinya tidak menguasai masalah medis,” kata Sosro, lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia yang sempat bertugas di pulau Sumbawa Besar ketika masih menjadi petugas kapal rumah sakit Hope.

Sebenarnya, tumbuhnya keyakinan pada diri Sosro mengenai Hitler di pulau Sumbawa Besar bersama istrinya Eva Braun, tidaklah suatu kesengajaan. Ketika bertugas di pulau tersebut dan bertemu dengan seorang dokter tua asal Jerman, yang ada pada benak Sosro baru tahap kecurigaan saja.

Meskipun begitu, ia menyimpan beberapa catatan mengenai sejumlah “kunci” yang ternyata banyak membantu. Perhatiannya terhadap literatur tentang Hitler pun menjadi kian besar, dan setiap melihat potret tokoh tersebut, semakin yakin Sosro bahwa dialah orang tua itu, orang tua yang sama yang bertemu dengannya di sebuah pulau kecil d Indonesia!

Ketidaksengajaan itu terjadi pada tahun 1960, berarti sudah dua puluh tahun lebih ia meninggalkan pulau Sumbawa Besar.

Suatu saat, seorang keponakannya membawa majalah Zaman edisi no.15 tahun 1980. Di majalah itu terdapat artikel yang ditulis oleh Heinz Linge, bekas pembantu dekat Hitler, yang berjudul “Kisah Nyata Dari Hari-Hari Terakhir Seorang Diktator”, yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh Try Budi Satria.

Pada halaman 59, Linge mula-mula menceritakan mengenai bunuh diri Hitler dan Eva Braun, serta cara-cara membakar diri yang kurang masuk di akal. Kemudian Linge membeberkan keadaan Hitler pada waktu itu.